Berita

Breaking News

Gerakan Besar Dimulai: AGNIA Satukan Guru Ngaji dalam Satu Komando Nasional

Peresmian Asosiasi Guru Ngaji Indonesia (AGNIA) di Banjarbaru, 12 Februari 2026.Momentum bersejarah ini ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya gerakan konsolidasi nasional guru ngaji se-Indonesia

BANJARBARU
, Insertkalimantan.com – Asosiasi Guru Ngaji Indonesia (AGNIA) resmi hadir sebagai wadah pemersatu dan penguat peran guru ngaji di seluruh Indonesia. Organisasi ini dipimpin oleh tokoh-tokoh berpengalaman di tingkat nasional, sehingga diharapkan mampu bergerak secara profesional, terarah, dan berkelanjutan.

Ketua Umum AGNIA, Anggy Firmansyah, yang juga Founder Masjid Sejuta Pemuda, menyampaikan bahwa AGNIA akan menjadi motor penggerak persatuan guru ngaji di Tanah Air.

“AGNIA diarahkan menjadi motor penggerak konsolidasi nasional guru ngaji, sekaligus membangun sistem organisasi yang profesional, transparan, dan akuntabel,” ujarnya.

Sebagai Sekretaris Umum, Nanang Mubarok yang juga menjabat Ketua Umum DPP Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), menegaskan terdapat tiga fokus utama yang akan dijalankan AGNIA.

“AGNIA akan fokus pada tiga agenda utama, yaitu konsolidasi nasional guru ngaji, advokasi kebijakan yang berpihak pada penguatan pendidikan Al-Qur’an, serta peningkatan kapasitas guru ngaji melalui program pelatihan dan pengembangan berkelanjutan,” tegasnya.

Nanang menambahkan, berdasarkan data BKPRMI, terdapat sekitar 928 ribu guru ngaji yang melayani pembelajaran Al-Qur’an bagi kurang lebih 270 juta umat Islam di Indonesia. Data tersebut menunjukkan besarnya peran strategis guru ngaji dalam membangun literasi Al-Qur’an di tengah masyarakat.

Struktur kepengurusan AGNIA juga diperkuat dengan kehadiran Bendahara Umum, Muzahid Akbar Hayat, seorang akademisi dan pemerhati guru ngaji.

Sementara itu, Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PAN yang juga menjabat Ketua Dewan Pengawas AGNIA menyampaikan, berdasarkan hasil penelitian Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta, sebanyak 72,25 persen Muslim di Indonesia masih belum mampu membaca dan menulis Al-Qur’an. Fakta tersebut menjadi perhatian serius dan memperkuat urgensi gerakan nasional peningkatan literasi Al-Qur’an yang terstruktur dan terorganisasi.

Dengan dukungan Anggota DPR RI H. Sudian Noor serta kepemimpinan tokoh-tokoh nasional yang berpengalaman, AGNIA diharapkan menjadi organisasi yang kuat dan profesional, serta mampu meningkatkan kesejahteraan guru ngaji di Indonesia.

Kehadiran AGNIA diharapkan membuat guru ngaji tidak lagi berjalan sendiri, melainkan bergerak bersama dalam satu visi untuk memperkuat literasi Al-Qur’an dan membangun generasi yang berkarakter Qur’ani.(Rilis) 

© Copyright 2022 - Insert Kalimantan